Rabu, 21 April 2010

Wira usaha

Wira usaha ternyata sangat menantang dan menggiurkan. Keberhasilan dan kegagalan menjadi motivasi untuk lebih baik lagi .
Kegagalan hari ini menjadi keberhasilan hari esok
Keberhasilan hari ini Belum tentu kita dapatkan esok
Hari esok harus berhasil
Hari esok belum tentu saya beruntung
Banyak oarang yang menjadi pengusaha berhasil dimulai dari usaha kecil kecilan . Keberhasilan mereka memang banyak ditentukan berbagai hal antara lain :

-Motivasi , Faktor ini menjadi sangat penting ketika seseorang berkeinginan menjadi pengusaha . Kemiskinan , kebebasan dan kekuasaan menjadi hal mendasar bagi seseorang terdorong atau termotivasi menjadi seorang pengusaha .
-Modal , Faktor ini sering menjadi kendala sehingga orang yang cerdik untuk mendapatkan modal yang mampu memjadi pengusaha . Modal bisa terdiri dari Dana , Tenaga , pemikiran juga Fasilitas .
-Pengetahuan , Faktor yang begitu penting untuk menjadi pengetahuan dengan kata lain " Kerjakanlah sesuai yang kamu ketahui". Pengusaha sukses atau menjadi sukses tentu saja akan menambah ilmu pengetahuannya secara rutin sehingga mampu meningkatkan kemajuan bidang usahannya.
-Kesempatan , Kegagalan seseorang banyak mengabaikan kesempatan yang ada tetapi bagi orang yang mempunyai jiwa wira usaha sekecil apapun kesempatan akan diambil dan akan menjadi berkembang ." Hari esok belum tentu ada kesempatan ini"
so mari kita berkarya berkarya dan berkarya

Selasa, 13 April 2010

MEMBUAT SATE AYAM

SATE AYAM
Hampir semua orang menyukai sate terutama sate ayam . Selain menjadi menu utama pada beberapa kedai ,sate sering kita temui menjadi menu pada restoran terkenal bahkan pada pesta pesta perkawinan. Jenis sate kini sangat banyak dan tidak identik lagi dengan sate ayam atau kambing tetapi hampir semua jenis daging yang bisa dikonsumsi dapat dijadikan sate . Kini populer sate yang terbuat dari bekicot , kelinci , ular , kerang dan banyak lagi .
Dari semua jenis yang dikonsumsi sate ayam merupakan jenis sate yang paling banyak dan paling umum disajikan . Untuk itu usaha sate ayam masih cukup menggiurkan untuk ditekuni terbukti kedai kedai baru menghasilkan usaha yang sangat menguntungkan .

BAHAN BAHAN
-Ayam potong 1 kg
-Kacang tanah 1/2kg
-Bawang merah 1/2ons
-Cabe merah secukupnya
-Kemiri secukupnya
-gula merah secukupnya
-Garam secukupnya
-Kencur secukupnya
-Jeruk limo 5buah
-Kecap manis

PERALATAN
-Tusuk sate +/- 100 buah
-Bakaran sate
-Arang secukupnya
-Kipas
-Gilingan kacang

CARA MEMBUAT SATE
-Pisahkan daging ayam dari kulit dan tulang kemudian potong potong sekitar 1cm x 2cm
-Susun dengan tusukan sate potongan ayam yang akan disate , dahulukan bagian kulit dan lemak kemudian susul dengan daging penuh .
-Balur sate dalam wadah datar dengan bumbu bakar sate yang diambil dari olahan bumbu matang dan dikecapi secukupnya .
-Bakar sate sampai matang

CARA MEMBUAT BUMBU SATE
-Goreng kacang tanah sampai matang
-Goreng bumbu lainnya
-Satukan dan giling dengan blender
-Masak bumbu yang sudah digiling sampai mendidih dengan kekentalan cukup , tidak mengucur

MEMBAKAR SATE
-Siapkan 20 tusuk sate yang sudah dilumasi bumbu bakar
-Bakar dan kipasi , perhatikan jangan ssampai dibakar api cukup dengan panas bara
-Bolak balik sate yang dibakar sampai terlihat coklat dan agak hangus
-Angkat sate yang sudah matang dan bumbui berikan jeruk limo dan taburi bawang goreng

Rabu, 07 April 2010

KERIPIK UBI

PENDAHULUAN
Keripik renyah ini merupakan keripik ubi kayu yang berstektur lebih renyah dari keripik sanjai. Pembuatan keripik ini lebih rumit dibanding keripik sanjai. Berbeda dengan keripik sanjai, semua jenis ubi kayu dapat dijadikan keripik renyah. Umbi diiris,kemudian direndam didalam larutan kapur, kemudian direbus, dikeringkan dan terakhir digoreng. Tekstur keripik yang renyah diperoleh karena proses perebusan dan pengeringan. Keripik ini biasanya diberi bumbu garam, dan bawang putih.


BAHAN

Umbi Ubi kayu.

Kapur sirih.

Garam.

Bawang putih.

PERALATAN

Alat Pengiris.

Pisau dan talenan.

Baskom.

Panci.

Wajan..

Tungku kayu atau kompor.

Peniris.

Kantung plastik.

Sealer listrik.

CARA PEMBUATAN

Umbi diiris tipis, kemudian segera direndam di dalam larutan kapur jenuh selama semalam (12-24 jam). Larutan kapur jenuh dibuat dengan melarutkan kapur sirih sedikit demi sedikit sambil melakukan pengadukan di dalam 100 liter air sampai ada sedikit dari kapur yang dapat larut. Perendaman akan mengurangi kandungan asam sianitrat (HCN) umbi, permukaan irisan lebih putih, dan tekstur lebih lama. Setelah perendaman, irisan umbi dibilas dengan air bersih, kemudian ditiriskan.

Sementara itu disiapkan air mendidih yang telah dibumbui (setiap 1 liter air ditambah dengan garam 1 gram dan bawang putih 20 gram). Ke dalam air mendidih ini dimasukkan irisan umbi. Tiga menit kemudian irisan harus segera dikeluarkan dan ditiriskan.

Irisan umbi dijemur atau dikeringkan dengan alat pengirng sampai kadar air dibawah 15% dengan tanda berbunyinya irisan jika dipatahkan.
Irisan umbi yang telah kering dapat disimpan sebelum digoreng, atau langsung digoreng. Dianjurkan irisan digoreng di dalam banyak minyak panas.

Keripik yang telah digoreng ditiriskan sampai dingin, kemudian disimpan pada tempat tertutup rapat, atau dikemas didalam kotak karton

KERIPIK SANJAI

PENDAHULUAN
Keripik ini adalah keripik sanjai yang diolesi dengan sejenis saos pedas yang bahan baku utamanya adalah cabe.
BAHAN
Umbi Ubi kayu lanbau.
Minyak goreng
Bumbu-bumbu.
PERALATAN
Alat Pengiris.
Pisau dan talenan.
Baskom.
Panci.
Kuas
Wajan..
Tungku kayu atau kompor.
Peniris.
Kantung plastik.
Sealer listrik.
CARA PEMBUATAN
Mula-mula dibuat keripik sanjai irisan membujur. Cara pembuatan sama dengan pembuatan keripik sanjai yang dijelaskan sebelumnya. Sementara itu disiapkan saos pedas dengan cara berikut:
Cabe digiling halus. Untuk mendapatkan hasil giling yang halus cabe digiling dengan mesin penggiling tipe cakram. Biasanya cabe giling halus dapat dibeli dalam bentuk jadi di pasar.
Bawang putih (100 gram) dan merica (25 gram) digiling halus, kemudian dicampur dengan cabe (1 kg) dan diaduk sampai rata. Setelah ditambahkan gula pasir halus (400 gram) dan asam asetat glasial .
Campuran di atas dididihkan selama 15 menit sehingga diperoleh saos pedas yang kental.
Keripik sanjai dioles permukaannya dengan saos menggunakan kuas paling baik jika hal ini dilakukan pada saat saos masih panas.
Keripik balado dikemas di dalam kantong plastik, kemudian ditutup rapat dengan menggunakan sealer.

KERIPIK PISANG

PENDAHULUAN
Keripik adalah irisan kering buah atau umbi melalui penggorengan didalam minyak nabati. Keripik pisang adalah salah satu jenis keripik yang banyak diusahakan dan disukai oleh masyarakat. Keripik ini mudah dibuat, dengan biaya murah dan perlatan sederhana.


BAHAN


Pisang yang telah matang petik, masih hijau dengan sedikit warna kuning (10 % dari luas permukaan). Di Sumatera Barat, pisang yang paling cocok untuk keripik goreng adalah pisang togar dari Pasaman, pisang kepok tertentu dari Baso.

Minyak goreng (sawit)

Garam halus putih bersih.

Natrium metabisulfit, atau natrium bisulfit. Senyawa ini digunakan untuk mencegah terbentuknya warna kehitaman datau coklat tua pada permukaan irisan pisang.

Garam.

Asam sitrat.

PERALATAN

Wajan.

Pisau dan talenan. Alat ini digunakan untuk mengiris pisang.

Peniris. Alat ini digunakan untk meniriskan keripik setelah digoreng. Peniris dapat berupa keranjang plastik, keranjang bambu atau keranjang rotan yang anyamannya jarang.

CARA PEMBUATAN

Pengolahan dalam Jumlah Sedikit.

Pengupasan dan pengirisan. Pisang dikupas, kemudian diiris tipis-tipis (tebal 2-3 mm) secara memanjang.

Penggorengan. Irisan harus segera digoreng. Perlu diusahakan, paling lambat 10 menit setelah diiris, irisan telah dimasukkan ke dalam minyak panas. Penggorengan dilakukan di dalam minyak bersuhu 170°C. Minyak harus cukup banyak sehingga semua bahan tercelup di dalam minyak. Tiap 1 kg pisang membutuhkan 3 liter minyak goreng. Selama penggorengan, dilakukan pengadukan secara pelan-pelan. Penggorengan dilakukan sampai keripik cukup kering dan garing. Hasil penggorengan disebut dengan keripik pisang.

Penggulaan:

Penyiapan larutan gula. Gula pasir putih bersih digiling sampai halus, kemudian sebanyak 1 kg ditambah dengan 250 ml air, dan diaduk-aduk. Setelah itu larutan dipanaskan sampai mendidih. Setelah mendidih, api segera dikecilkan untuk menjaga larutan gula tetap panas, tapi tidak mendidih.

Pencelupan keripik. Keripik yang baru diangkat dari minyak panas, ditiriskan sebentar (1 menit). Kemudian segera dicelupkan ke dalam larutan gula, kemudian keripik segera diangkat untuk ditiriskan dan didinginkan dengan menghamparkannya diatas alat peniris.
Pengolahan dalam Jumlah Banyak.

Penyiapan larutan bisulfit. Untuk membuat 1 liter larutan bisulfit diperlukan :
Senyawa natrium metabisulfit atau natrium bisulfit, 3-5 gram; Asam Sitrat, 2 gram; Garam 10 gram; dan Air bersih, 1 liter. Semua bahan dicampur, dan diaduk sampai menjadi larutan yang rata.

Pengupasan dan pengirisan. Pisang dikupas, kemudian diiris tipis-tipis (tebal 2~3 mm) secara memanjang. Setiap pisang yang telah diiris, segera dicuci di dalam air bersih secara cepat dan ditiriskan. Setelah itu irisan pisang segera dimasukkan ke dalam larutan sulfit. Perendaman di dalam larutan larutan sulfit berlangsung selama 8 menit. Setelah itu irisan pisang ditiriskan.

Penggorengan. Irisan yang telah ditiriskan segera digoreng di dalam minyak bersuhu 200°c selam 3~5 menit. Minyak harus cukup banyak sehingga semua bahan tercelup di dalam minyak. Tiap 1 kg pisang membutuhkan 3 liter minyak goreng. Selama penggorengan, dilakukan pengadukan secara pelan-pelan. Penggorengan dilakukan sampai keripik cukup kering dan garing. Hasil penggorengan disebut dengan keripik pisang.
Penggulaan.

Penggulaan dengan sirup gula.

Penyiapan larutan gula. Gula pasir putih bersih digiling sampai halus, kemudian sebanyak 1 kg ditambah dengan 250 ml air, dan diaduk-aduk. Setelah itu larutan dipanaskan sampai mendidih. Setelah mendidih, api segera dikecilkan untuk menjaga larutan gula tetap panas, tapi tidak mendidih.

Pencelupan dalam larutan gula. Keripik yang baru diangkat dari minyak panas, ditirkan sebentar (1 menit). Kemudian segera dicelupkan ke dalam larutan gula, diaduk sebentar agar seluruh keripik segera diangkat untuk ditiriskan dan didinginkan dengan menghamparkannya diatas alat peniris.

Penggulaan dengan gula halus. Keripik yang baru ditiriskan dan masih panas, segera ditaburi dengan tepung gula, kemudian diaduk pelan agar gula merata. Tehnik ini juga digunakan untuk menggarami keripik.

Pengemasan. Keripik dikemas di dalam kantong plastik, kemudian diseal dengan rapat. Agar keripik terlindung dari kerusakan mekanis selama penyimpanan, pengangkutan dan pemajangan, keripik harus dikemas di dalam kotak kaleng, atau kotak karton.

Wirausaha Baso

Mengenal Baso
Baso pada awalnya identik dengan mie dan bihun yang diberi kuah dan baso itu sendiri yaitu campuran daging, tepung pati dan bumbu yang telah mengalami proses ekstrusi dan pemasakan. pada awalnya pembuatan baso cukup sulit ketika harus mencincang daging mencampur tepung dan merebus campuran baso tersebut untuk kemudian di jemur untuk mengawetkan baso dalam beberapa hari . Cara pembuatan baso sekarang tidak sulit sesuai dengan perkembangan teknologi terapan yang sangat maju bahkan beberapa jenis baso sudah diproduksi oleh pabrik pabrik besar .Baso yang sekarang banyak beredar dibuat dengan cara Daging yang sudah digiling halus dicampur dengan tepung dan bumbu di dalam mixer khusus sehingga bahan tercampur menjadi pasta . Setelah itu pasta dicetak dan direbus sampai matang. Ketatnya pengawasan membuat para produsen baso menghindari bahan pengawet apapun walaupun persaingan diantara pedagang masih terjadi pencampuran dengan bahan pengawet bahkan masih ditemui pemakaian bahan borax yaitu pengawet yang dilarang untuk jenis makanan .

BAHAN PEMBUATAN BASO
Kemajuan informasi dan teknologi menghasilkan baso dengan berbagai rasa dan jenis sehingga kini baso bisa dibuat dengan bahan daging apa saja tergantung selera pasar .
-Daging harus segar, semakin segar semakin baik. Para produsen baso memproses baso dengan daging segar pabrik besar bahkan menggunakan daging yang sudah dibekukan untuk menjaga kwalitas baso yang dihasilkan .
-Tapioka yang digunakan tapioka yang bersih dan berkwalitas tinggi
-Bumbu-bumbu dasar biasanya terdiri dari bawang merah, bawang putih, merica bubuk dan garam . Tetapi para pengusaha kuliner mempunyai banyak resep dalam pembuatan baso .
-Penggunaan telur sering diperlukan untuk jenis baso yang mengahsilkan tekture lebih halus dengan rasa lebih enak.
-Bahan kimia Sodium tripoli fosfat digunakan agar campuran lebih rata atau homogen adonan yang lebih rata (homogen).

ALAT ALAT PEMBUATAN BASO
-Extruder digumakan sebagai pencincang daging
-mixer digunakan sebagai pencampur adonan .
-Panci digunakan untuk merebus baso mentah .
-Dryer digunakan sebagai pengering
-Freezer digunakan untuk pegawetan baso jadi penyimpanan diusakan dibawah -18 celcius

PEMBUATAN KUAH BASO
1.Daging cincang kasar (300 gram)
2.Tulang cincang kasar (250 gram)
3.Bawang putih (150 gram)
4.Bawang merah (150 gram)
5.Merica (25 gram)
6.Seledri segar (5 tangkai)
7.Pala cacahan kasar (10 gram)
8.Kapulaga/gardamungu (4 buah)
9.Garam (secukupnya)
10.Minyak secukupnya

Kuah baso ditambah monosodium glutamat (MSG) dalam jumlah tinggi (sampai 2% atau 20 gram per liter kuah).
Agar kuah baso terasa enak, daging digunakan untuk membuat baso sekurang-kurangnya 10% dari jumlah kuah baso yang dihasilkan. Kuah baso seperti itu tidak perlu ditambah MSG.
-Daging cincang dan tulang direbus di dalam air mendidih selama 30 menit.
-Bahan 3,4 dan 5 digiling halus di tumis dengan sedikit minyak sampai harum.
-Semua bumbu, kecuali seledri dimasukkan ke dalam rebusan daging dan tulang yang mendidih.
-Tambahkan irisan seledri, dan kuah baso tetap dibiarkan mendidih sebentar, kemudian di angkat.