Rabu, 24 Agustus 2011

Nasib pengrajin usaha emping

Usaha emping sebenarnya cukup menjanjikan. Daerah banten merupakan sentra penghasil emping ratusan usaha dijalankan oleh masyarakat baik pada tingkat IKM maupun UKM. Beberapa kendala masih ditemui para pengrajin untuk itu masih banyak yang harus dibenahi bagaimana meningkatkan pendapatan para pengusaha terutama pendapatan para pekerja. Harus ada terobosan baru bagaimana pengolahan bisa lebih banyak dan lebih berkwalitas tentunya. Dilapangan kendala yang terjadi antara lain pada unit pengolahan dimana pengupasan biji tangkil siap tumbuk masih manual sehingga menghambat jumlah tangkil yang akan dibuat emping. Faktor cuaca juga cukup mempengaruhi ,dimana emping basah akan terganggu pengeringan atau pengurangan kadar airnya bila curah hujan cukup lama.
Kecilnya upah dari membuat emping cukup menyulitkan para pengusaha mencari para kuli emping. Banyak yang meninggalkan pekerjaan membuat emping dan memilih pekerjaan lain seperti dipabrik atau jenis pekerjaan lain yang lebih besar upahnya. Sulit ditemui anak muada yang bekerja disektor ini kebanyakan dikerjakan para ibu rumah tangga yang mempunyai tingkat pendapatan rendah pada keluarganya. Pengahasilan rata rata biasanya hanya 400ribu sampai 600ribu perbulan dimana pembuatan emping rata rata dihargai 2000/liter sampai dengan 2500/liter tangkil ;
Kondisi ini entah berapa lama akan bertahan dimana harga emping tidak akan cukup mengejar untuk biaya pembayaran kuli emping. Jika saja sentuha teknologi lebih baik tentu saja banyak lagi membuka lapangan kerja yang akan dihasilkan.